
Tindakan Rasulullah SAW Saat Turun Hujan
Saat ini Indonesia telah memasuki musim penghujan. Tak kenal siang atau malam, hujan deras selalu menyelimuti. Apabila hujan yang turun begitu deras, kerap kali di sejumlah daerah mengalami banjir.
Seperti yang kita tahu bahwa turunnya hujan adalah sebuah berkah dari Allah SWT. Banyak orang yang mengalami kekeringan di daerahnya, pada saat turun hujan tentu merupakan momen paling membahagiakan untuk mereka. Untuk itu lah kita harus selalu bersyukur tiap kali hujan turun.
Adapun Rasulullah SAW sering melakukan beberapa hal saat turun hujan, diantaranya seperti yang dilansir dari laman islam.nu.or.id. Pertama adalah Rasulullah SAW selalu menyingkap bajunya saat hujan turun. Kedua, Rasulullah SAW juga selalu melantunkan doa saat hujan, terutama saat ia melihat awan gelap
“Diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap:
“ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini).” Dan ketika turun hujan, beliau berucap: “Allahumma shayyiban nâfi’an (ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan).”
(Imam Abu Bakr, h. 170-171)
Ketiga, Ia juga selalu menjelaskan sebuah adab ketika melihat angin kencang agar tidak terjadi sebuah bencana, berikut adalah hadist yang menjelaskannya.
عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها
“Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, h. 171)
Terakhir, pada saat Rasulullah SAW berdoa pada Allah SWT agar hujan yang nantinya akan turun akan senantia memberikan rahmat, bukan bencana, doa tersebut seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu al-Musayyab,
“Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin” (ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab).” (Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi, h. 170-171)
(AA)