
Hati-hati, Selatan Pulau Jawa Berpotensi Tsunami
Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum usai, masyarakat kembali mendapatkan sebuah berita yang cukup mencengangkan, dimana dikabarkan bahwa Pulau Jawa akan berpotensi untuk mengalami tsunami setinggi 20 meter.
Hal ini muncul oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Tim Riset dari ITB terkait dengan adanya bencana tsunami yang akan melanda.
“Seismic gap ini berpotensi sebagai sumber gempa besar (megathrust) pada masa mendatang. Untuk menilai bahaya inundasi, pemodelan tsunami dilakukan berdasarkan beberapa skenario gempa besar di sepanjang segmen megathrust di selatan Pulau Jawa. Skenario terburuk, yaitu jika segmen-segmen megathrust di sepanjang Jawa pecah secara bersamaan,” ujar Sri Widiyantoro selaku peneliti ITB melansir detik.com.
Ancaman bencana tsunami yang dikabarkan setinggi 20 menit di Selatan Pulau Jawa ini hanya membutuhkan sekitar 20 menit saja untuk sampai ke pinggir pantai.
Melansir cnbcindonesia.com, di area selatan Jawa, terdapat jalur Sunda Megathrust, yaitu zona subduksi antara Lempeng India-Australia dengan Lempeng Eurasia. Dari pantai barat Sumatera sampai Kepulauan Seribu terbentang Sunda Megathrust. Ada jarak sekitar 200-250 km antara Pulau Jawa dan Sumatera ke jalur Megathrust. Jalur ini lah yang bisa menjadi sebuah gempa besar yang nantinya akan memicu tsunami.
Berita demikian tentu membuat masyarakat merasa khawatir dan juga panik. Namun akan lebih baik masyarakat agar tidak panik. Sebaliknya, masyarakat harus bisa memperhatikan upaya mitigasi bencana gempa dan tsunami. Selain itu, dengan adanya informasi ini diharapkan agar warga untuk tetap waspada dengan esegala kemungkinan yang ada. (AA)