
Dampak Negatif Anak Terlalu Penurut
Sebagai orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya menjadi penurut. Tetapi apakah penurut selalu berdampak positif? Ataukah memiliki dampak negatif?
Kepatuhan anak berkaitan dengan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Jika orang tua menuntut anak untuk selalu patuh, hal ini akan memiliki dampak buruk untuk sang anak. Anak bisa memiliki kesulitan untuk mempelajari hal baru, bahkan bisa saja kepribadiannya tidak berkembang karena kurangnya eksplorasi.

Berikut ini beberapa dampak negatif anak yang terlalu penurut.
Tidak mampu membuat keputusan
Setiap orang membutuhkan untuk membuat keputusan dalam menjalani harinya. Apabila seorang anak terlalu penurut, ditakutkan kemudian hari ia tidak dapat membuat keputusannya sendiri yang nantinya akan menyulitkan kehidupannya.
Terlalu bergantung kepada orang tua
Karena selalu menuruti apa kata orang tua, anak akan selalu menuruti apa instruksi atau arahan yang diberikan orang tua. Hal ini juga bisa membuat anak ketergantungan terhadap arahan orang tua dan tidak dapat memutuskan sendiri apa yang harus ia lakukan.
Minder
Anak yang terlalu patuh akan kata-kata orang tua, cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah. Hal ini karena ia lebih sering mengikuti kemauan orang lain dan tidak percaya akan maunya diri sendiri.
Cenderung pasif
Karena selalu mengikuti arahan dan kemauan orang tua, anak akan cenderung pasif. Anak akan selalu melakukan sesuatu sesuai arahan, bukan karena kemauan sendiri atau inisiatif dari diri sendiri.
Berisiko jadi korban bullying
Anak-anak yang terlalu penurut terhadap orang tua, bisa saja menjadi penurut juga terhadap teman-temannya. Hal ini tidak baik, karena anak Anda bisa saja berisikio jadi korban bullying.
(HV)