AS Cegah Iran untuk Membeli Vaksin Covid-19

Iran mendapatkan sebuah pencegahan dari Amerika Serikat saat akan membeli vaksin Covid-19 melalui Covax, sebuah inisiatif global yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia, menurut kepala bank sentral Iran.

Mengutip Aljazeera, Senin lalu usaha Iran untuk membeli vaksin tersebut dihambat oleh Amerika Serikat karena  terdapat masalah pengiriman uang yang timbul akibat sanksi yang diberlakukan oleh AS terhadap Iran.

Padahal, jumlah kasus positif di Iran bisa dikatakan paling besar di wilayah Timur Tengah, yakni untuk jumlah kematian yang melampaui 50.000 kasus terutama pada saat mereka sedang mengalami gelombang ketiga dengan lebih dari satu juta kasus yang telah dilaporkan.

Mereka juga sampai harus menjadi anggota Covax untuk bisa mengamankan vaksin Covid-19 tersebut. WHO pun juga mengatakan bahwa Covax merupakan harapan dunia untuk mengatasi pandemi secara tepat waktu untuk bisa sampai kepada orang-orang yang membutuhkan.

Baca juga  Kasus Varian Omicron Kembali Bertambah Di Indonesia

Pencegahan dari pembelian vaksin tesebut didasari oleh pembatalan sepihak dari perjanjian nuklir oleh Iran pada tahun 2015 dengan kekuatan dunia pada Mei 2018. Pada saat itu, Presiden AS memutuskan untuk memberlakukan gelombang sanksi ekonomi terhadap Iran sampai ada sebuah kampanye “tekanan maksimum” yang benar-benar membuat sektor keuangan Iran masuk daftar hitam.

Selain itu, terdapat pula sanksi lain yang harus diterima Iran, sampai otoritas Iran menganggap bahwa sanksi yang didapat merupakan contoh “terorisme ekonomi dna medis” terhadap Iran. Meski sudah diminta sekutunya, Eropa untuk mencabut sanksi tersebut, AS menolak dengan tegas.

Tekanan demi tekanan ini benar-benar dirasakan oleh Iran, terutama saat dihalangi waktu akan membeli vaksin Covid-19 dan ditolak oleh AS. Para pejabat Iran mengatakan sekitar $ 7 miliar dari cadangan negara di Korea Selatan, pembeli utama minyak Iran sebelum sanksi diberlakukan, tetap dibekukan.

Baca juga  MES DKI Jakarta dan Muslimedika Berkolaborasi Adakan Konsultasi Dokter Dan Layanan Obat Gratis

Korea Selatan pun tidak bisa berbuat apapun untuk Iran karena takut akan pengaruh AS yang akan berikan terhadap mereka. Tekanan tersebut juga menyebabkan tersendatnya bantuan dari IMF yang dipinjam dari Iran.

“Meskipun menyetujui hak Iran dan tidak adanya hambatan ekonomi atau hukum, IMF bahkan tidak berani mengajukan permintaan Iran untuk pinjaman kemanusiaan di dewan direksi dana,” ujar Abdolnasser Hemmati.

Teringat pada bulan Maret lalu dimana seluruh negara gencar melakukan pengamanan negaranya dengan memberlakukan lockdown, Iran berusaha meminjam dana darurat dari IMF sebesar $5 miliar namun diblokir oleh AS sehingga harus menggunakan dana kekayaan kedaulatannya sebanyak satu miliar euro untuk melawan pandemi Covid-19.

Hemmati juga menyebut hingga saat ini Iran masih terus berusaha untuk mencari jalan lain untuk membeli vaksin dari negara lain atau berupaya untuk memproduksi vaksin secara lokal. (AA)

Translate »